Rachmasesilliand's Blog

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

  • Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue
  • Masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :

    1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius).
    2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
    3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
    4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
    5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
    6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
    7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
    8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
    9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
    10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

  • Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue
  • Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

  • Pengobatan Penyakit Demam Berdarah
  • Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).

    Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
    – Paracetamol membantu menurunkan demam
    – Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
    – Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

    Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

  • Pencegahan Penyakit Demam Berdarah
  • Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

    1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
    2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
    3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
    4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

    Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

    Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

    Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

  • Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
  • Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

  • Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel
  • Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

    Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
    1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
    2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
    3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
    4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

  • Penyebab Penyakit Leukemia
  • Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
    1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

    2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

    3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

    4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
  • Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
    1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

    2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

    3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

    4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

    5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

    6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

    7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

  • Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
  • Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.

  • Penanganan dan Pengobatan Leukemia
  • Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

    1. Chemotherapy/intrathecal medications
    2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
    3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
    4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
    5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

    Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.

    Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai ‘Herpes’ oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.

    Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain ‘shingles’ adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.

    Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.

  • Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)
  • Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox), proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak (terserang) virus varicella-zoster.

    Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)
  • Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)
  • Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.

    Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).

    Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 – 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% – 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.


    Informasi Penyakit dan Pengobatannya pada 18:27

    35 Komentar:

    • obat yang bagus apa? trus nyebar ga? n makanan pantangannya apa? bisa ga herpes timbul karena faktor keguguran? kasih gw info donk………

      Oleh Blogger adinda, Pada 21 Maret 2008 21:06

    • Pengobatan penyakit cacar berfokus pada keluhan yang timbul, misalnya demam, menggigil, nyeri dipersendian, bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair.

      Obat yg seharusnya diberikan :
      1. Paracetamol tablet
      2. Acyclovir tablet
      3. Bedak Talek
      4. Vitamin Neurobian/neuroboran

      Hindari makanan yg memang anda alergi bila memakannya, terutama yg menyebabkan gatal agar tidak bertambah gatal pada gelembung cacar. Lainnya tidak ada pantangan khusus, bahkan harus meningkatkan konsumsi makanan bergizi untuk perbaikan daya tahan tubuh.

      Keguguran tidak ada hubungannya dengan herpes (cacar). Herpes disebabkan oleh virus yang masuk melalui sentuhan kulit, bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah, serta prilaku sex (ML, oral sex) seperti pada herpes genetalis.

      Oleh Blogger khomsah, Pada 24 Maret 2008 02:39

    • Anak saya berusia 16 bulan terkena cacar air. Apa obat yang pas untuk anak seusia dia? Mohon juga petunjuk pemakaiannya…

      Terima kasih

      Oleh Anonymous darnoji, Pada 9 Oktober 2008 12:54

    • Buat Darnoji :
      Cacar pada bayi umumnya tidak menimbulkan komplikasi, dapat sembuh dengan perbaikan daya tahan tubuh (pemberian vitamin). Namun demikian gejala demam dan gatal menjadi perhatian kita tentunya.

      Anak Anda dapat diberikan (puyer) zovirax (obat yang kandungannya Acyclovir). *Tablet Acyclovir 20 mg per kg berat badan 4x/hari.

      Oleskan Salep zovirax dan bedak salicyl pagi dan sore setelah mandi.

      Berikan penurun demam (syrup paracetamol) sesuai dosis petunjuk pada kotak obat.

      Anak Anda dapat dimandikan dengan air mandi dicampur PK (Kalium Permanganat) atau dettol supaya bersih dari kuman yang menempel dan anak akan merasa segar.

      Oleh Blogger khomsah, Pada 10 Oktober 2008 17:28

    • aku tinggal serumah dengan iparku, dia kena cacar lagi sejak tanggal 26 okt 08 kemaren (waktu kecil pernah kena), gimana cara menghindari penularannya sama keluarga yang lain?, soalnya aku masih punya bayi umurnya 10 bulan, aku khawatir banget…

      Oleh Blogger Reni, Pada 29 Oktober 2008 10:49

    • 1. Proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Nah, upayakan sebisa mungkin menghindari hal-hal tersebut.

      2. Bagaimana imunisasi MMR bayi Anda? karena beberapa wilayah ada yang sudah memberikan pd bayi usia 9 bulan.

      3. Immun bayi umumnya masih jauh lebih baik dari seseorang dewasa, pemberian ASI yg baik sangat membantu memberikan daya tahan tubuh sang Bayi terhadap kekebalan penyakit. Semoga begitu pula dengan bayi Anda, sehingga terhindar dari kemungkinan tertular cacar.

      4. Klo pun terjadi penularan cacar pada bayi Anda, ikuti langkah yang saya jelaskan terhadap komentar saudara Darnoji.

      Oleh Blogger khomsah, Pada 29 Oktober 2008 20:20

    • teman saya mengalami bengkak pada bagian mata, dan pada bagian paha mengalami kulit yg memerah…….
      setelah ke dokter dia divonis mengalami penyakit herpes
      yg saya mau tau jenis herpes ap yg diderita teman saya…
      dan berbahaya ga??

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 8 Desember 2008 11:36

    • Anonim (Tentang herpes) :
      Anda mengatakan bengkak pada mata dan merah bagian paha, apa tidak salah mendeskrisikan itu?

      Herpes adalah penyakit cacar, jadi bukan pembengkakan. Melaikan adanya gelembung berisi cairan. Kalau maksud Anda adanya gelembung kemerahan di area tersebut, maka teman Anda terkena herpes Zoster.

      Ini tidak begitu berbahaya, Hanya perlu meningkatkan gizi agar daya tahan tubuh pulih kembali. Selanjutnya adalah meminum obat penurun panas dan Acyclovir (antiviralnya).

      Oleh Blogger khomsah, Pada 8 Desember 2008 13:55

    • saya mau tny..usia saya thun ini 21 th,,saya belum pernah berhubungan intim paling jauh hanya ciuman..tetapi di lingkar pinggang saya ama selangkangan sampai ke pantat semua ada bekas warna coklat seperti bekas luka.awalnya gatal,setelah saya garu ternyata berubah spt tu.apa itu termasuk herpes???kira – kira penyebabnya apa??padahal saya tidak punya alergi terhadap makanan.sementara ini saya hanya menggunakan minyak “Tawon”.Gatalnya agak berkurang tetapi bekasnya belum hilang.Lalu cara pengobatan yang efektif bagaimana???Trima kasih sebelumnya..tolong jawaban dikirim ke email saya ( surya_3005@yahoo.co.id )

      Oleh Blogger 86 -, Pada 5 Januari 2009 22:04

    • Jawaban Buat 86 :
      Dari cerita yang disampakain, kami menduga itu adalah suatu ekzima yg berawal dari faktor allegi. Pencetus allergi mungkin dari pakaian dalam yang kotor, jenis bahan, terlalu ketat.

      Anda dapat menggunakan salep kulit yang mengandung hydrocortison dan antibiotik (Betason-N). Semoga lekas sembuh!

      Oleh Blogger khomsah, Pada 6 Januari 2009 15:27

    • kalo obat untuk penghilang noda bekas herpes zoster apa ya?nyeri akibat penyakit itu juga masih timbul tenggelam, untuk menghilangkan nyeri itu obatnya apa ya?terimakasih!

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 2 Februari 2009 15:00

    • Herpes? Cobalah Daun Petai

      Saya pernah terserang herpes. Sebelah leher dan tengkuk melepuh seperti luka bakar. Nyeri dan panas, rasanya. Atas saran dokter, saya kemudian mengonsumsi tablet acyclovir dan tablet neurobion. Untuk mengobati luka pada kulit, saya juga memakai salep acyclovir. Tapi karena rasa nyeri dan panas pada kulit susah hilang, kemudian saya mencoba obat alternatif yang mudah, murah dan mujarab.
      Dalam hal ini, saya memakai daun petai (Parha speciosa). Caranya: daun-daun petai yang hijau dan berukuran kecil-kecil itu digerus hingga lumat, ditambah dengan sedikit air. Setelah lumat, ramuan itu kemudian dioleskan pada permukaan kulit yang terserang herpes. (Untuk mengoleskannya, saya sendiri menggunakan kuas kecil seperti yang lazim digunakan untuk mengoleskan bedak).
      Hasilnya luar biasa: ramuan yang terasa dingin itu ternyata mampu meredakan rasa nyeri dan panas. Bahkan permukaan kulit yang tadinya menggelembung itu pun kemudian mengempis. Setelah ramuan itu kering, saya ulangi pemakaiannya beberapa kali hingga kulit yang terserang herpes terasa pulih kembali.
      Barangkali Anda juga dapat mencoba ramuan alternatif ini. Mudah-mudahan, Anda lekas sembuh.

      (Hawe Setiawan, Bandung)

      Oleh Blogger hawe, Pada 4 Februari 2009 09:39

    • 1. herpes genetalis sama ga ma HIV ?
      2. pengobatan herpes genetalis bagaimana dan menyebabkan kematian tidak ?
      3. herpes genetalis dan herpes zoster berapa lama sembuhnya ?

      Oleh Blogger miraclecinta, Pada 5 Februari 2009 17:07

    • kalo timbul kayak cacar air disekitar kemaluan wanita itu penyakit herpes atau apa? trus obatnya apa?
      terima kasih

      Oleh Blogger subhan, Pada 7 Februari 2009 08:05

    • dok, sudah seminggu ini di hampir sekujur badan saya timbul bintik merah dan sangat gatal, tidak banyak, tapi ada di setiap bag tubuh (di kaki 3 bintik, tangan kanan & kiri @ 2 bintik, pinggang, betis, leher, masing2 3 bintik), sejauh ini tidak mengandung air. tapi ada satu bintik di kaki kiri yang agak besar (yg lain kecil2) dan mengandung air.
      sakit apa ya saya dok?apa herpes?mhn jawabannya, saya hrs minum obat apa?terimakasih…

      salam,
      bundanaufal

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 16 Februari 2009 14:30

    • Buat Bunda Naufal :
      Data yang anda berikan kurang mendukung untuk ditegakkan diagnosa herpes. Apakah ada demam? perih disekitar bintik-bintik tersebut?

      Namun yang jelas kemungkinan besar itu disebabkan jenis virus, Saya hanya dapat menyarankan supaya hubungi dokter atau pelayanan kesehatan terdekat.

      Oleh Blogger khomsah, Pada 16 Februari 2009 16:21

    • saya terkena di bagian penis tp saya tidak pernah melakukan oral sex dan sebagainya, apakah bisa karena hal lain? bahaya tidak ya?

      Oleh Blogger qwerty, Pada 4 Maret 2009 17:48

    • saya terkea herves disekitar/atau mungkin seluruh leher saya leher, hervesnya teras panas namun tidak gatal atau yang lain.tolond donk…saya minta saran untuk menggobati penyakit ini!!!!!!

      plese saya menunggu.
      tolong segera kirim pesan sebelum penyakitnya sembuh.

      trimakasih…**

      Oleh Blogger Complete problem, Pada 9 April 2009 17:11

    • apa benar penyakit herpes genetalis bisa menyebabkan kemandulan

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 29 April 2009 16:33

    • gmna cara ngilangin bekas cacar air yg udh lama dan bekasnya udh jd keloid..
      trme ksh

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 11 Juni 2009 09:05

    • Saya remaja berumur 19tahun. Saya mengalami cacar air/herpes dan sudah menjalar d sekujur tubuh. Saya sudah meminum obat acyclovir dan salepnya juga. Yang jadi pertanyaan saya adalah seberapa lama penyakit ini menyerang. Berikan jawabannya karena saya harus beraktivitas di kampus. Terima kasih. Danie

      Oleh Blogger Danie, Pada 30 Juni 2009 09:29

    • selamat malam dok..kalo bayi berumur 10 bulan menderita penyakit herpes zoster (hampir di seluruh bagian tubuhnya bercak n bergelembung merah) dan kata dokter itu herpes,sudah di beri obat tapi belum ada perubahan.. menurut dokter bagusnya di beri obat apa ya dok? terima kasih dok

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 12 Juli 2009 19:39

    • Dokter,
      anak saya 1.3thn terkena Herpes setelah cek DSA,
      ada bercak merah dan bergelembung berisi air di sekitar leher dan kepala. saya sudah berkan salep Acyclovir dan lr PK (untuk mandi).
      kemungkinan sembuhnya berapa lama yah?, kasihan melihat si kecil jadi gerah dan gatal.
      DSA juga memberikan Antibiotik “Amoxicilin”, apakah perlu minum obat ini?, karena Herpes karena virus bukan bakteri

      mohon pencerahannya

      Thanks,
      Hardi

      Oleh Blogger Hardiyanto, Pada 17 Juli 2009 17:42

    • dok dulu saya pernah kena yang katanya HSV sekarang muncul lagi di bagian lengan areanya tidak seluas dulu cirinya putih seperti terbakar api rokok tapi tidak ada cairan justru bagian putih tersebut masuk ke bagian dalam kulit apakah benar ini disebabkan virus hsv?
      apakah hsv itu virus turunan dari cacar air? waktu kecil saya pernah kena cacar air
      dulu saya terjangkit herpes setelah berjalan jauh dengan kendaraan motor sekarang mucul lagi setelah camping di bukit, dari proses tsbt apakah virus ini bisa menular atau aktif dari udara karena perubahan suhu?
      dari wikipedia katanya belum ada obat buat mematikan virus ini apa itu benar?
      sebelumnya saya ucapkan terima kasih terimakasih

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 24 Juli 2009 18:33

    • pak, saya penderita herpes zoster.saya sudah mengkonsumsi obat dari dokter & sama persis yang telah bapak sebutkan sebelumnya
      1. Paracetamol tablet
      2. Acyclovir tablet
      3. Bedak Talek
      tapi selama 2 minggu ini saya masih belum juga sembuh dan tidak ada perubahan yang buat hati senang.
      dan pertanyaan saya pak.
      apakah ada obat yang lebih bagus dari itu?
      mohon bantuanya pak…
      karena saya harus kembali ke kampus untuk kembali belajar seprti dulu.
      terima kasih….
      semoga tuhan membalas kebaikan bapak.
      amin…

      Oleh Blogger can u help me?, Pada 29 Juli 2009 21:00

    • Oleh Blogger budi.santoso0818, Pada 12 Agustus 2009 10:47

    • Halo,pak. Saya ingin bertanya, saya sakit hampir 1 minggu. Awalnya flu, demam, menggigil, mata panas, nafas juga panas, badan pegal2, kepala berat, susah berkeringat. Di hari ke-3,muncul bercak2 kemerahan di kulit tapi tidak ada gelembung air dan terasa agak gatal.
      Kata dokter, saya terkena virus. Apa virus yang menjangkit saya ini masih dalam satu turunan dengan virus cacar air?
      Terimakasih

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 26 Agustus 2009 10:01

    • Dok klo mndinya pke air hngat atau air biasa?

      Oleh Blogger Taufik Saefuddin, Pada 29 Agustus 2009 01:19

    • PA,… MOHON BANTUANYA BANGET,…
      SAYA PRIA BERUMUR 40 TH,…SETAHUN YG LALU SAYA PERNAH TERKENA HERPES TAPI LUPA JENISNYA, ,…. YAITU SEKITAR DADA DEPAN MELINGKAR SAMPAI PUNGGUNG SEBELAH KIRI. PERSIS GARIS MELINGKAR SETENGAH,…
      PADA SAAT ITU SAYA DIBERI OBAT ANTI VIRUS, PENURUN PANAS, DAN ANTIBIOTIK, SERTA VITAMIN YANG CUKUP MAHAL. ALHAMDULILAH SEMBUH PA,..!!!
      CUMA MASALAHNYA ADALAH :
      1. SETELAH SEMBUH BEKAS SAKIT TERSEBUT MENJADI BAAL KULITNYA DAN SERING GATAL2,…NGILU,…DAN SUDAH BERLANGSUNG SAMPAI SAAT INI.
      2. KLO BEBAN KERJA SAYA TINGGI LUPA MAKAN DAN CAPEK,…MUNCUL LAGI BINTIK2 MERAH PERIH DAN PANAS DIBAGIAN LAIN, DAN SEIRING DGN DIOBATI SEMBUH KEMBALI.

      PERTANYAANYA :
      1. ADAKAH OBAT DAN CARA UNTUK MENGHILANGKAN SAKIT BEKAS HERPES YANG SEPERTI SAYA SEBUTKAN NO 1 TADI PA (ATAU BAAL YANG MELINGKAR DI DADA SAMPAI PUNGGUNG KIRI ) ,…?
      2. BISAKAH DIIMUNISASI KEMBALI ,…?

      CATATAN :
      SAYA PERNAH TERKENA CACAR AIR DIWAKTU KECIL LEBIH KURANG WAKTU BERUMUR 10 TAHUN.

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 5 September 2009 09:49

    • saudara saya pernah menderita cacar air,
      setelah 8 atau 9 hari saudara saya sudah biasa di katakan sembuh.
      setelah 7 hari badan saudara saya gatal-gatal dan keluar bercak kehitam-hitaman,
      lalu saudar saya memeriksakan ke dokter kembali,
      kata dokter cacar saudara saya yang kemarin belum keluar semua karna di tahan oleh daya tahan tubuh saudara saya.

      PERTANYAAN :

      1. Apakah benar yang di katakan dokter bahwa cacarnya belum keluar semua sebab di tahan oleh daya tahan tubuh saudara saya ??

      2. Apakah saudara saya bisa terserang penyakit Herpes Zoster dan HIV ??

      TOLANG JAWABANNYA !!!
      SEBELUMNYA TERIMA KASIH.

      Oleh Blogger randis, Pada 29 September 2009 11:30

    • isteri saya saat ini sedang hamil 6 bulanan, dilengannya muncul merah melingkar dan tengahnya perih dan memar, dan dipunggung kiri ada gelembung kecil berisi air dan sekarang menjalar ada merah2 di sekitar pipi kiri dan telapak tangan sebelah kanan. menurut dokter kulit kemungkinan terkena sejenis herpes(virus kulit), dan dikasih salep Acyclovir 5%, dan dikasih obat Imboost force dan Asthin Force.
      Pertanyaan:
      1.Apakah benar itu penyakit herpes? apakah bisa menular dengan sentuhan? dan berbahaya tidak buat janin?
      2. Bagaimana solusi pencegahan dan pengobatannya yang cepat mengingat isteri saya sedang hamil?

      terimakasih.
      ditunggu masukannya.

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 22 November 2009 10:50

    • permisi dok , saya wanita umur 17 tahun . sudah beberapa bulan ini saya terserang penyakit yg saya tidak ketahui . gejalanya bintik” merah di sekitar daerah kelamin dan pantat . kalau di garuk dy tambah gatal dan semakin membesar .
      penyakit apa itu dok ? apa obatnya ? thx .

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 14 Desember 2009 04:04

    • Sekilas riwayat penyakit herpes saya :
      -waktu kecil pernah kena herpes di mulut (kelas 3sd) justru saya tau itu herpes setelah sekarang dewasa dan dapat info dari internet, dgn gejala bibir melepuh pecah-pecah dan sempat dirawat di RS selama beberapa hari. setelah itu hingga sekarang sering kambuh disekitar bibir, namun timbulnya kecil2 berair dan berkelompok dan setelah becah dalam beberapa hari hilang dan tidak meninggalkan bekas, sangat disesalkan orang tua saya tidak memberitahukan bahwa pada saat kecil saya terkena herpes ini, hingga sekarang saya tahunya justru dari informasi di internet.
      – Smp kelas II saya terkena cacar air
      – Sekarang usia saya 35 th dan terserang herpes lagi di tangan kanan, oleh dokter sudah diberikan obat dan salep untuk herpes, setelah hampir 2 minggu benjolan2 tersebut sudah mengering, apakah ada efeknya ke buang air seni yang terasa panas..? namun saat herpes mengering rasa panas pada saat buang air juga berkurang..?

      Setelah membaca beberapa referensi mengenai herpes ini, saya juga jadi teringat bahwa anak saya yang ke 2 pada usia 3th juga pernah terkena herpes di telinga, saya juga ingat orang tua saya laki2 juga pernah terkena herpes di leher, bahkan hingga mengganggu saraf mulut (mulut sampai mencong2 tidak bisa berbicara) namun setelah menjalani terapi orang tua saya sembuh kembali..

      pertanyaannya :
      1. apakah istri saya juga sudah terkena herpes walaupun hingga kini dia belum menunjukan gejalanya..? namun dia mengalami alergi di sekitar kulit kelamin seperti bintil2 yang terasa gatal, namun kata dokter itu efek dari pemakaian KB suntik yang 3 bulanan, sekarang dia memakai KB suntik yang 1 bulan dan bintil2 serta rasa gatel sudah menghilang.
      2. apakah herpes kulit dan kelamin itu sama/beda..? atau pembedaan nama diberlakukan karena perbedaan lokasi terkenanya?
      3. apa solusi yang paling baik buat saya pribadi agar periode herpes dibibir saya tidak cepat dampaknya dan tidak menulari orang lain?, karena dari referensi yang saya baca, herpes akan timbul lagi pada saat kondisi tubuh turun/drop
      4. Perilaku apa yang harus saya ajarkan ke keluarga saya agar virus ini tidak berkembang ke semua keluarga ataupun pada orang lain..?
      5. dengan perilaku sex oral kami , apakah ini berbahaya dok untuk penularannya, mengingat saya sudah termasuk positif herpes..?

      Oleh Blogger Samson, Pada 18 Desember 2009 11:40

    • Hi…
      Suami saya mengalami Herpes beberapa bulan lalu..dan beliau sempat di rawat 5 hari di RS..dan sesampai na di rumah saya lah yg mengurusi suami saya…dan dengan usil na saya mengelopeki yang sudah kering terkadang masih ada yg basah…apakah itu akan menular ke saya nanti na???
      dan bagai mana dengan anak2 saya yang masih suka cium dan peluk2 ayah na…apakah mereka akan tertular juga dengan penyakit Herpes???

      Oleh Anonymous Anonim, Pada 19 Desember 2009 15:53

    • istri sy di nyatakan herves sama dokter hasil lab menyatakan IgG HSV 2 positip dan IgM HSV negatip, kira kara berbahaya ga dok?

      Oleh Blogger iwan, Pada 25 Desember 2009 22:09

    Poskan Komentar

    Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

    << Halaman Muka



    Panduan Artikel Kami

    Penyakit, Gejala, Penularan dan Proses pengobatannya seperti penyakit TBC, Hepatitis, HIV Aids, Pneumonia, Cacar (Herpes), Kolera (Cholera), Meningitis, kanker (Cancer), Darah Tinggi (Hypertension), Asma (Asthma), Diabetes Mellitus (DM), Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Gagal Ginjal, Penyakit Jantung dan lain-lain.

    <!–

    Mengenai Saya

    Nama: khomsah

    Lihat profil lengkapku

    –> 27 Tamu Online


    Berminat Pasang Iklan Disini?Tarif Periklanan Anda
    Hubungi via email di :
    :

    Dewasa ini tingkat angka kematian baik di Indonesia maupun di dunia secara globalnya relatif meningkat pertahunnya, hal ini baik disebabkan kecelakaan, proses penuaan yang menyebabkan kelamahan fungsi organ tubuh ataupun karena menderita berbagai macam penyakit. Kita mengenal berbagai macam nama penyakit dan istilahnya baik itu penyakit menular maupun penyakit tidak menular.

    Penyakit menular yang juga dikenal sebagai penyakit infeksi dalam istilah medis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka bakar dan trauma benturan) atau kimia (seperti keracunan) yang mana bisa ditularkan atau menular kepada orang lain melalui media tertentu seperti udara (TBC, Infulenza dll), tempat makan dan minum yang kurang bersih pencuciannya (Hepatitis, Typhoid/Types dll), Jarum suntik dan transfusi darah (HIV Aids, Hepatitis dll).

    Adapun penyakit yang tidak menular adalah penyakit yang diderita pasien yang pada umumnya disebakan bawaan/keturunan, kecacatan akibat kesalahan proses kelahiran, dampak dari berbagai penggunaan obat atau konsumsi makanan serta minuman termasuk merokok, kondisi stress yang mengakibatkan gangguan kejiwaan. Lebih lanjut akan kita bahas satu persatu berbagai macam penyakit baik itu yang menular ataupun penyakit tidak menular yang kerap diderita manusia, termasuk gajala dan proses penanganan atau pengobatannya baik dari obat-obatan medis (kimia) maupun obat-obatan tradisional.

    Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pengertian penyakit AIDS, penyebab penyakit AIDS, Pola atau cara penularan penyakit AIDS serta penanganan dan pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit HIV+ atau AIDS.

    AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

    Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

    Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.

  • Cara Penularan virus HIV AIDS
  • 1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.

    2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb

    3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.

    4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

    Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat
    serta Urine (Air seni atau air kencing).

  • Tanda dan Gejala Penyakit AIDS
  • Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.

    Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :

    1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.

    2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.

    3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.

    4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.

    5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.

    6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)’ dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDS
  • Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.

    Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

    Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomer lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

  • Penyebab Penyakit Kanker Payudara
  • Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :

    1. Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas.

    2. Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun.

    3. Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.

    4. Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.

    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara
  • Bagi anda yang merasakan adanya benjolan aneh disekitar jaringan payudara atau bahkan salah satu payudara tampak lebih besar, Sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, mulai dari ukuran kecil yang kemudian menjadi besar dan teraba seperti melekat pada kulit. Beberapa kasus terjadi perubahan kulit payudara sekitar benjolan atau perubahan pada putingnya.


    Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit (nyeri) saat ditekan. Jika dirasakan nyeri pada payudara dan puting susu yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera memeriksakan diri kedokter. Puting susu yang mengkerut kedalam, yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi kecoklatan bahkan adanya oedema (bengkak) sekitar puting merupakan salah satu tanda kuat adanya kanker payudara. Hal lain adalah seringnya keluar cairan dari puting susu ketika tidak lagi menyusui bayi anda.

  • Diagnosa Penyakit Kanker Payudara
  • Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker).

  • Type Penyakit Kanker Payudara
  • Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :


    1. Kanker payudara non invasive, kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut ‘ductal carcinoma in situ’ (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

    2. Kanker payudara invasive, kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kanker Payudara
  • Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari type dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadiun lanjut yang cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat untuk diperiksakan kedokter atas kelainan yang dihadapinya.

    1. Pembedahan, Pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain (lumpectomy). Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara diantaranya ;

    - Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
    – Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
    – Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

    2. Radiotherapy (Penyinaran/radiasi), yaitu proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

    3. Therapy Hormon, Hal ini dikenal sebagai ‘Therapy anti-estrogen’ yang system kerjanya memblock kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker pada payudara.

    4. Chemotherapy, Ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar kebagian tubuh lainnya. Dampak dari kemoterapy adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

    5. Pengobatan Herceptin, adalah therapy biological yang dikenal efektif melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara stadium II, III dan IV dengan penyebaran sel cancernya.

  • Pencegahan Penyakit Kanker Payudara
  • Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara diatas.

    Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, Jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, Olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur.

    Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas

    WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.

    Cara Penularan :
    Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
    Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

    Diagnosis
    Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.

    Pengobatan :
    secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.


    • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

    Categories

    Archives

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.